Anak Perusahaan RGE Memanfaatkan Gajah Untuk Melindungi Alam

Royal Golden Eagle (RGE) selalu menjadikan perlindungan alam sebagai bagian yang menyatu dalam operasionalnya. Ada saja cara yang mereka lakukan. Salah satu yang unik ialah dengan memanfaatkan gajah untuk menjaga kelestarian hutan dan gajah sendiri.

Langkah itu dilakukan oleh Grup APRIL Group. Mereka adalah anak perusahaan Royal Golden Eagle yang menekuni industri pulp dan kertas. Dalam bidang tersebut, APRIL termasuk salah satu pemain besar di dunia. Hal itu dibuktikan dengan kapasitas produksi yang tinggi. Per tahun, mereka sanggup menghasilkan pulp hingga 2,8 juta ton dan kertas sebanyak 850 ribu ton.

Anak Perusahaan RGE Memanfaatkan Gajah Untuk Melindungi Alam

Source: April Asia

Untuk mendapatkan bahan baku, APRIL tidak pernah membakar hutan atau mengambil suplai kayu dari hasil penebangan ilegal. Mereka justru mengelola perkebunan yang ditanami pohon akasia. Pengelolaannya dilakukan oleh unit bisnis bagian dari RGE bersama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang.

Seperti anak perusahaan lain grup yang berdiri dengan nama Raja Garuda Mas itu, kepedulian terhadap alam menjadi bagian penting di APRIL. Mereka selalu mencari cara agar operasionalnya tidak merugikan alam. Bahkan, sebisa mungkin kegiatan perusahaan malah mendukung kelestarian lingkungan.

Banyak terobosan penting yang pernah dilakukan oleh APRIL. Salah satunya bahkan cukup unik, yakni pemanfaatan gajah untuk perlindungan alam.

Bagaimana hal itu bisa dilakukan? Sejak 2014, APRIL mempunyai tim yang dinamai sebagai Elephant Flying Squad (EFS). Ini adalah grup yang memanfaatkan gajah untuk menjalankan sejumlah kegiatan perlindungan alam.

Awal mulanya adalah keharusan dari pemerintah agar pihak swasta seperti APRIL mau ikut melindungi kelestarian gajah Sumatra yang kian terancam. APRIL memiliki empat ekor gajah yang dikonservasi di area konsesinya.

Konflik antara gajah dan manusia sering terjadi. Banyak gajah yang ke luar dari hutan untuk mencari makanan atau tempat berlindung. Tak jarang, mereka menuju ke lahan perkebunan atau malah ke perumahan warga.

Kondisi ini berakibat buruk bagi para gajah. Cukup banyak di antara mereka yang mati terbunuh akibat berkonflik dengan manusia. Hal ini bahkan ditengarai sebagai salah satu penyebab terbesar dalam penurunan populasi gajah.

Situasi ini akhirnya mendatangkan ide bagi APRIL untuk memanfaatkan gajah-gajah yang dikonservasi. Mereka dilatih untuk menjadi penengah konflik antara manusia dan gajah liar.

APRIL kemudian merekut sejumlah pawang. Mereka diminta untuk melatih gajah-gajah untuk menghalau para gajah liar agar tidak turun ke area perkebunan dan perkampungan. Unit operasional APRIL, PT Riau Andalan Pulp & Paper, menjalankan program yang dinamai EFS tersebut.

“Saya bertanya pada diri sendiri. Mengapa sebuah perusahaan pulp dan kertas membutuhkan seorang pawang gajah?” Kenang salah seorang mahot bernama Henny Sumarlin ketika pertama kali bergabung dengan EFS.

Sebelum resmi bergabung, Henny bahkan sempat merasa kegiatan ini hanya lelucon. “Tapi kemudian atasan saya bercerita tentang Elephant Flying Squad dan saya bilang wow, ini adalah sesuatu yang penting,” kata Henny.

Mulai berjalan pada tahun 2005, program EFS dari APRIL mengemban tugas untuk menjaga kelestarian gajah serta menjauhkan konflik dengan manusia. Para mahot bertugas melakukan patroli dengan gajah-gajah yang terlatih untuk menjaga gajah liar memasuki daerah berpenduduk.

Saat ini, EFS APRIL yang berlokasi di Ukui di provinsi Riau, memiliki 6 ekor gajah dewasa. Anak perusahaan RGE ini mempekerjakan sembilan pawang untuk merawat para gajah.

IKUT MENJAGA HUTAN

Source: Bisnis.com

EFS sesungguhnya sudah menjadi sebuah kegiatan untuk melindungi alam. Berkat aksi mereka, kelestarian hidup para gajah liar terjaga. Sebab, mereka selalu dihalau oleh gajah-gajah dari EFS agar tidak bertemu manusia.

Akan tetapi, masih ada tindakan para gajah tersebut yang semakin memperlihatkan manfaat besarnya kepada alam. EFS ternyata bisa berperan ganda sebagai tim pencegah kebakaran lahan dan hutan.

Hal itu dilakukan seiring dengan kegiatan rutin EFS. Tim bentukan APRIL ini sehari-hari memang melakukan patroli di area konsesi APRIL di kawasan Pangkalan Kerinci, Riau.

Tujuan utamanya ialah memantau keberadaan para gajah liar yang turun ke area manusia. Namun, bersamaan dengan itu, EFS dimanfaatkan oleh anak perusahaan grup yang pernah bernama Raja Garuda Mas tersebut sebagai pemantau titik api.

Pada saat musim kemarau tiba, kebakaran lahan dan hutan amat rawan terjadi. Tak jarang, titik api muncul di sejumlah kawasan yang terpencil dan susah diakses dengan kendaraan apa pun. Kalau itu terjadi, EFS segera bergerak.

Mereka memanfaatkan para gajah yang bisa menembus hutan untuk melihat dan merespons kondisi dengan cepat. Tim EFS langsung menuju lokasi yang dituju. Di sana mereka bisa mengambil tindakan dengan memadamkan api atau menjaganya agar tidak menyebar.

Biasanya EFS berkoordinasi dengan tim reaksi cepat kebakaran APRIL (Fire Emergency Response Team) APRIL. Merekalah yang memiliki kecakapan utama dalam memadamkan api dengan didukung perlengkapan memadai.

Keberadaan EFS dirasa sangat membantu. Sebab, kondisi pasti titik api akhirnya diketahui. Hal itu akan mempermudah proses pemadaman maupun menjaga agar kebakaran tidak meluas.

Patut diketahui, sebagai bagian dari Royal Golden Eagle yang peduli lingkungan, kebakaran lahan dan hutan menjadi salah satu hal yang diperangi oleh APRIL. Mereka sampai membuat tim reaksi cepat kebakaran serta menggagas Program Desa Bebas Api untuk mencegah api tidak berkobar liar.

Berkat upaya serius dari APRIL, tingkat kebakaran lahan hutan memang terus menurun dari tahun ke tahun. Akibatnya banyak pihak yang akhirnya ikut serta mengadopsi program yang mereka gagas.

APRIL berkewajiban menjaga alam karena hendak menjalankan arahan pendiri Royal Golden Eagle, Sukanto Tanoto. Ia merumuskan prinsip kerja 5C yang menjadi pedoman bekerja bagi semua pihak di bawah naungan RGE.

Di dalam filosofi bisnis tersebut, tercakup kewajiban untuk memberi manfaat bagi pelanggan, masyarakat, negara, serta iklim sehingga bermanfaat bagi perusahaan.

Akibatnya bukan hanya APRIL yang selalu berupaya menjalankan proses produksi bertanggung jawab dan menjaga kelestarian alam. Anak-anak perusahaan Royal Golden Eagle lain ikut melakukan langkah serupa.

Efeknya tidak bisa dianggap remeh. Sebagai korporasi internasional dengan aset senilai 18 miliar dolar Amerika Serikat dan karyawan sebanyak 60 ribu orang, langkah RGE berarti besar bagi alam.

Beragam cara ditempuh oleh grup yang lahir dengan nama Raja Garuda Mas tersebut untuk melindungi alam. Langkah unik seperti memanfaatkan gajah hanya dari salah satu aksi yang dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright Artikl Berita™ 2018
Shale theme by Siteturner