Perbedaan Teh Putih sama Teh Hijau Untuk Kesehatan

189745235-hello-sehat-1024x683 (1)

Teh putih dan Teh hijau sama-sama mengandung polifenol – senyawa antioksidan dengan banyak manfaat kesehatan.  teh putih mungkin memiliki keunggulan dari teh hijau dalam hal perlindungan terhadap kanker.

teh hijau berasal dari daun tanaman Camellia sinensis. Warna daun mencerminkan tingkat oksidasi yang dialami daun.diroduksidaun

oleh karena itu teh hijau diprouksi daun yang belum layu atau teroksidasi, sedangkan teh putih berasal dari daun muda dan tunas. Teh putih memiliki rasa manis dan lebih ringan daripada teh hijau.manfaat teh hijau

Manfaat teh hijau

University of Maryland Medical Center melaporkan, bahwa teh hijau dapat membantu menghentikan pertumbuhan sel beberapa jenis kanker, termasuk payudara, esofagus, prostat dan perut.

UMMC juga mencatat bahwa teh hijau telah menunjukkan hasil yang positif dalam mencegah aterosklerosis dan kolesterol tinggi, yang keduanya dapat menyebabkan penyakit jantung.

Teh hijau juga dapat mengaktifkan proses thermogenesis atau proses pembakaran lemak yang memberikan kontribusi dalam penurunan berat badan.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam “Journal of India Society of Periodontology” pada tahun 2012 menemukan, bahwa teh hijau bahkan dapat meningkatkan kesehatan gigi dengan mengurangi peradangan karena bakteri.

Manfaat teh putih

Ketika bicara tentang pencegahan kanker, teh putih mungkin memiliki keunggulan dibanding teh hijau. Para peneliti di Linus Pauling Institute pada tahun 2000 menguji empat jenis teh putih pada tikus untuk menilai manfaat mereka dalam membantu mencegah kanker usus besar.

Karena teh putih mengandung polifenol lebih tinggi, para ilmuwan menyimpulkan bahwa teh putih lebih ampuh dalam mencegah kerusakan sel yang dapat memicu kanker.

Namun, para peneliti memperingatkan, bahwa studi tambahan masih diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat yang sama pada manusia.

Jangan Kaget, Ini Reaksi Tubuh Saat Diet Detoks

usir-sakit-kepala-saat-hamil-muda

Merasa pusing dan mual saat baru saja menjalani diet detoks? Jangan khawatir dan langsung berpikir Anda tak sanggup menjalani diet ini.
Pakar bidang diet detoks Andang W Gunawan mengatakan, reaksi itu biasa terjadi ketika baru saja menjalani diet detoks. Menurutnya, reaksi diet detoks ini memang sering kali membuat para pemula kaget. Akhirnya mereka berhenti menjalani diet detoks dan kembali pada pola makan tak sehat.

Padahal, reaksi tersebut adalah proses yang dinamakan healing crises atau krisis penyembuhan untuk kemudian mengeluarkan racun dalam tubuh.smart detox

“Kalau kita sudah sering melakukan detoks, reaksi tetap akan muncul. Tetapi kalau tubuh kita biasa detoks, enggak terlalu dirasakan,” ujar Andang beberapa waktu lalu di Jakarta.

Seperti dalam bukunya, “Diet Detoks, Cara Alami Menguras Racun Dalam Tubuh”, Andang menjelaskan bahwa bentuk reaksi dan kemunculannya berbeda-beda bagi setiap orang.

Reaksi lain yaitu, warna urine lebih keruh dan baunya lebih tajam. Reaksi ini sering terjadi pada mereka yang sebelumnya sering konsumsi obat untuk menyembuhkan penyakit. Akibatnya, bau obat pun ikut terbuang bersama urin dan kotoran.

Kotoran juga akan lebih banyak dan disertai lendir yang cukup pekat. Bahkan untuk yang menjalani program detoks lebih panjang, tubuh akan mengeluarkan kotoran dari lapisan sel yang paling dalam. Bentuk kotoran akan lebih pekat dan berwarna mulai dari kehijauan sampai kehitaman.

Anda juga akan sering buang angin dengan bau yang sangat menusuk. Selain itu, mengalami nyeri sendi hingga batuk-batuk maupun pilek. Terkadang muncul rasa sangat lapar ketika melihat makanan. Namun, rasa lapar yang berlebihan biasanya akan hilang setelah tiga hari menjalani diet detoks.

Kebanyakan reaksi ini terjadi pada hari ketiga melakukan diet detoks. Pada hari ketiga ini tubuh baru bisa mengeluarkan racun. “Jadi, jangan berhenti diet detoks pada hari ketiga,” kata Andang.

Ketika reaksi tersebut terjadi, perbanyaklah minum air putih, dan kurangi aktivitas fisik yang berlebihan seperti olahraga. Jangan pula langsung tergoda dengan makanan berat seperti daging, nasi, dan makanan berlemak.

Istirahat lah di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Menurut Andang, reaksi ini akan terjadi pada tahap awal saja.

“Itu cuma sebentar. Sesudah itu kita akan energik, lebih segar, kuat, siang-siang enggak ngantuk,” jelas Andang.

Akan tetapi, jika reaksi tersebut terus menerus terjadi, misalnya selama dua minggu, konsultasikan ke ahli nutrisi yang menguasai detoks.

Menurut Andang, perlu kesabaran untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Apalagi racun sudah lama terbentuk sehingga lama pula untuk pembersihannya. Hal ini merupakan tantangan jika ingin memiliki tubuh yang sehat.

Diet detoks sendiri sama halnya dengan puasa dari makanan yang tidak sehat. Diet detoks yang paling banyak dilajukan adalah juice fasting. Diet ini bisa dilakukan selama 7 hari, 14 hari, hingga 40 hari. Anda hanya akan makan buah dan sayur-sayuran.

Andang menjelaskan, buah dan sayur membantu proses detoksifikasi atau pembuangan racun dalam tubuh lebih maksimal. Racun yang menumpuk dalam tubuh selama ini akan bersikulasi dalam darah dan getah bening. Kemudian bisa merusak sel dan jaringan sekitarnya sehingga bisa menyebabkan penyakit kronis.

Cuka dan Belimbing Wuluh Bikin Karat Lumpuh

sweet-star-fruit

Merawat rumah sebetulnya bisa dilakukan tanpa memerlukan bahan-bahan yang mahal. Banyak membaca dan mendengar kisah pengalaman orang lain bisa memberi jawaban untuk permasalahan rumah tangga Anda, terutama seputar kerak pada toilet.

Cuka yang biasa Anda gunakan saat memasak misalnya, adalah salah satu jawabannya. Caranya, ambil cuka dapur sebanyak dua gelas, siramkan ke area yang berkerak, lalu diamkan selama kurang lebih satu jam. Selanjutnya, gosok kerak hingga habis terkikis menggunakan sikat. Setelah seluruh area sudah benar-benar bersih dari kerak, disiram bagian yang baru digosok tadi sampai bersih.manfaat belimbing

Cara lain bisa dilakukan adalah menggunakan belimbing wuluh. Langkahnya, hancurkan belimbing wuluh dan sebarkan ke area berkerak, baik itu di lantai atau dinding, kemudian biarkan semalaman. Keesokan harinya, Anda tinggal membersihkan sisa-sisa belimbing wuluh dengan menyiramnya menggunakan air bersih. Jika perlu, Anda dapat menggunakan sikat sebagai alat bantu agar kotoran benar-benar hilang.

Apel Impor Mengkilap Vs Apel Malang di Pasar Kramat Jati

Apples

Pasar Induk Kramat Jati dikenal sebagai pemasok buah-buahan di Jakarta. Buah impor dan lokal seperti ‘bertarung’ mengundang pembeli di sini.

Di pasar ini, buah impor dan lokal terpisah menjadi blok khusus. Karena sedang ramai berita soal apel berbakteri asal Amerika Serikat (AS), detikFinance mencoba menengok pertarungan apel impor dan apel lokal atau dikenal dengan Apel Malang.buah apel

Nur, seorang pedagang Apel Malang di Kramat Jati mengatakan, saat ini dagangannya sedang sepi. Soal Apel Malang, biasanya dia bisa menjual 100 karton per hari, untuk dikirim ke luar Jakarta.

“Apel Malang itu ada yang ukurannya kecil dan ada yang super atau besar. Kalau 1 karton apel impor beratnya 18 kg, untuk Apel Malang bisa 20 kg. Harganya per karton, untuk Apel Malang Rp 200 ribu-Rp 400 ribu,” jelas Nur kepada detikFinance, Rabu (28/1/2015).

Sekarang penjualan Apel Malang sepi karena di luar daerah sedang ada musim buah lain. Tapi, serbuan apel impor di pasar ini juga luar biasa.

“Tampilan apel impor memang lebih menarik. Tidak tahu kenapa. Ada yang bilang pakai lapisan lilin, jadi lebih mengkilap. Selain itu, sepertinya kalau makan apel impor itu lebih bergengsi, karena makan apel luar negeri,” imbuh Nur.

Padahal seperti diketahui, apel impor itu adalah apel yang 3 bulan dipetik di negara asalnya. Jadi perjalanan dari kebun di luar negeri hingga sampai di Indonesia memakan waktu 3 bulan. Tapi kok masih bisa terlihat segar dan mengkilap ya?

Gara-gara Malas Minum Obat TBC, Kehilangan Pekerjaan

Gara-gara Malas Minum Obat TBC, Yulinda Kehilangan Pekerjaan

Andai saja saat pertama kali didiagnosis Tuberkulosis (TB atau TBC) Yulinda mau menjalani pengobatan sampai tuntas 6 bulan, ia mungkin tak perlu sampai kehilangan pekerjaan. Namun karena terlanjur mengalami TB kebal obat, ia harus menjadi pengobatan selama 2 tahun di Jakarta dan meninggalkan pekerjaan.

Yulinda Santosa, gadis 25 tahun ini didiagnosis TB pada tahun 2005. Saat itu ia memang langsung mendapatkan pengobatan. Sayangnya, wanita asal Bogor ini hanya betah 5 bulan untuk rutin minum obat yang diberikan oleh dokter. Padahal ia jelas-jelas tahu bahwa obat TB harus tuntas hingga 6 bulan dan ada risiko menjadi kebal obat. obat tuberkulosis

“Saya putus minum obat. Harusnya 6 bulan, saya baru 5 bulan sudah berhenti. Ya malas minumnya,” tutur Yulinda, saat ditemui di RSUP Persahabatan, Jakarta, Jumat (23/11/2012).

Akibat kebandelannya, TB Yulinda tak kunjung sembuh hingga sekarang. Bahkan sejak tahun 2011, ia didiagnosa dengan TB-MDR (Tuberculosis Multiple Drug Resistance atau TB kebal obat) dan harus menjalani perawatan lebih lanjut di RSUP Persahabatan selama 2 tahun.

Saat itu, kondisinya sudah sangat parah. Dengan tubuh lemas, berat badan hanya 34 kg, bahkan hingga batuk berdarah, dokter dari RS Marzuki Mahdi Bogor langsung mengambil sampel dahak dan ia pun ‘divonis’ TB kebal obat. Ia pun langsung dirujuk ke RSUP Persahabatan.

Karena harus setiap hari ke rumah sakit, Yulinda terpaksa menetap di Jakarta selama 2 tahun. Otomatis pekerjaannya di pabrik sepatu pun harus ditinggal demi kesembuhan.

“Ya setiap hari harus ke rumah sakit minum obat selama 2 tahun. Jadi saya kos di Jakarta. Sekarang tidak kerja semenjak disini,” ujar Yulinda yang mengenakan masker di wajahnya.

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Meski mudah menular, penyakit yang kebanyakan menyerang paru ini bisa disembuhkan, asalkan si pasien tidak bandel dan tekun menjalai pengobatan.

Kenapa harus tekun? Karena untuk sembuh dari TB, pasien harus minum obat secara rutin selama 6 bulan. Banyak pasien yang akhirnya menjadi kebal obat dan tidak mempan lagi dengan obat biasa karena bandel dan tidak mau menjalani pengobatan setelah gejala hilang meski belum sampai 6 bulan.

Risikonya dapat terjadi mutasi kuman yang akhirnya menyebabkan TB kebal obat. Bila sudah begitu, untuk menyembuhkannya akan semakin lama hingga mencapai 2 tahun, dengan disuntik setiap hari selama 6 bulan pertama. Belum lagi efek samping obat yang tidak menyenangkan dan risiko kematian yang lebih tinggi.

Yulinda bukan satu-satunya pasien yang bandel minum obat anti TB. Di RSUP Persahabatan saja kini ada 480 pasien TB-MDR, namun hanya 338 yang menjalani pengobatan. Sisanya, ada yang meninggal dunia sebelum mendapatkan pengobatan atau menolak untuk diobati karena alasan enggan meninggalkan pekerjaan dan rumah yang jauh.

“Kalau sudah TB-MDR risiko kematian menjadi lebih tinggi. Itu masih bisa diobati walaupun menjadi lebih lama. Bila tidak diobati, maka pasien itu akan menjadi sumber penularan bagi orang lain,” jelas Dr dr Erlina Burhan, MSc, Sp.P (K), Ketua Pokja DOTS dan TB-MDR RSUP Persahabatan.

Copyright Artikl Berita™ 2018
Shale theme by Siteturner